Skip to main content

Translation ENG - ID : Brainwashed: Seven Ways to Reinvent Yourself

 

Pencucian-otak: Tujuh Cara Menjadi Anda Yang Baru

Seth Godin

 

"Generations of students turned into generations of cogs, factory workers in search of a sinecure. We were brainwashed into fitting in, and then discovered that the economy wanted people who stood out instead.

"Generasi pelajar berubah menjadi generasi pekerja pabrik yang mencari pekerjaan ringan. Kita di cuci-otak untuk dapat menyesuaikan diri, dan kemudian menyadari bahwa ternyata ekonomi menginginkan orang-orang yang menonjol.

 

When exactly were we brainwashed into believing that the best way to earn a living is to have a job?"

Kapan tepatnya kita di cuci-otak untuk percaya bahwa cara terbaik untuk mencari nafkah adalah dengan memiliki sebuah pekerjaan? 

Years ago, when you were about four years old, the system set out to persuade you of something that isn’t true.

Bertahun-tahun yang lalu, ketika Anda berusia sekitar empat tahun, sistem di buat untuk meyakinkan Anda tentang sesuatu yang tidak benar.

Not just persuade, but drill, practice, reinforce and, yes, brainwash.

Bukan hanya membujuk, tetapi melatih, mempraktikkan, memperkuat dan, ya, mencuci-otak anda.

 

The mission: to teach you that you’re average; That compliant work is the best way to a reliable living; That creating average stuff for average people, again and again, is a safe and easy way to get what you want.

Misinya: mengajari bahwa Anda adalah rata-rata; Tekun bekerja adalah cara terbaik untuk hidup yang dapat diandalkan; Menciptakan produk biasa untuk orang biasa, secara terus menerus, adalah cara yang aman dan mudah untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

 

Step out of line and the system would nudge (or push) you back to the center. Show signs of real creativity, originality or even genius, and well-meaning parents, teachers and authority figures would eagerly line up to get you back in line.

Jika keluar dari barisan keteraturan maka sistem akan merapikan (atau mendorong) Anda kembali ke barisan. Jika menunjukkan tanda-tanda kreativitas, orisinalitas, atau bahkan kejeniusan, maka orang tua, guru, juga pemegang kekuasaan akan berebutan untuk merapikan Anda kembali kedalam barisan.

 

Our culture needed compliant workers, people who would contribute without complaint, and we set out to create as many of them as we could.

Budaya kita membutuhkan pekerja yang patuh, orang-orang yang mau berkontribusi tanpa mengeluh, dan kita disiapkan untuk menciptakan mereka sebanyak mungkin.

 

When exactly were we brainwashed into believing that the best way to earn a living is to have a job?

Kapan tepatnya kita di cuci-otak untuk percaya bahwa cara terbaik untuk mencari nafkah adalah dengan memiliki pekerjaan?

 

I think each one of us needs to start with that.

Saya pikir kita perlu memulai pembahasan hari ini dari situ.

 

Over time, the benefit of working for the man and following a manual as a compliant cog is going to go down, while, paradoxically, the difficulty in getting a decent job will go up.

Seiring waktu, manfaat bekerja untuk orang lain dan mengikuti manual sebagai pekerja yang patuh akan menurun, sementara, secara paradoks, kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak akan meningkat.

 

We just lived through a few generations of huge companies that got bigger, giant bureaucracies that got bigger and white-collar jobs that got farther and farther away from actually making something that a customer might buy.

Kita baru saja melewati beberapa generasi di mana banyak perusahaan besar yang tumbuh menjadi raksasa, birokrasi raksasa yang terus menjadi lebih besar dan pekerjaan kerah putih yang semakin jauh dan terus menjauh dari membuat sesuatu yang mungkin di beli pelanggan.

 

And then, pretty suddenly, that faded. Unemployment goes up, downsizing happens, layers of fat disappear and the idea that you could get a good job, indoors, paid well, doing not much except watching the dog that bites the pilot if he messes with the autopilot... well, those jobs are gone.

Dan kemudian, secara cukup tiba-tiba, hal itu memudar. Pengangguran meningkat, perampingan terjadi, lapisan lemak menghilang dan gagasan bahwa Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, di dalam ruangan, di bayar dengan baik, tidak melakukan banyak hal kecuali mengawasi anjing yang siap menggigit sang pilot jika dia mengacaukan autopilot ... ya, pekerjaan itu hilang.

 

Is that it? Are you done? Is this the end of the road, the best it’s going to get, the beginning of the end?

Itu saja? Anda sudah selesai? Apakah ini akhir dari perjalanan, segitu saja, awal dari sebuah akhir?

 

Same job, but more work, less pay.

Same industry, but less growth, no challenges.

Same path, fewer options.

Posisi yang sama, namun dengan lebih banyak pekerjaan, lebih sedikit gaji.

Industri yang sama, tetapi pertumbuhannya kurang, tidak ada tantangan.

Jalur yang sama, lebih sedikit pilihan.

 

It’s entirely possible that you’ve trudged as far as you can go on this road, and that the slog is just going to be more of the same. Possible.

Sangat mungkin bahwa Anda telah berjalan dengan susah payah sejauh yang Anda bisa di bidang masing-masing, dan bahwa kerja keras akan terasa lebih biasa. Bisa jadi.

 

But I don’t believe it.

Why?

Because there’s more leverage, more degrees of freedom and more opportunity today than ever before—if you’re up for the choice.

Tapi saya tidak percaya.

Mengapa?

Karena tersedia lebih banyak kesempatan untuk tumbuh, lebih banyak kemungkinan untuk kebebasan dan lebih banyak peluang hari ini daripada sebelumnya — jika Anda siap untuk memilih.

 

The new industrial revolution (the one we’re living through, the one that’s changing everything) has opened doors for anyone (or certainly anyone with enough resources and education to be able to read this document). If you’ve got the time, the intellect and the access to get your hands on an idea that spread as this manifesto did, then you have the ability to reinvent yourself, regardless of what you do, who you do it with, or what the people around you expect.

Revolusi industri baru (yang kita jalani, yang mengubah segalanya) telah membuka pintu bagi siapa saja (atau tentu saja siapa pun dengan sumber daya dan pendidikan yang cukup untuk dapat membaca dokumen ini). Jika Anda punya waktu, kecerdasan, dan akses untuk mendapatkan ide yang menyebar seperti yang dilakukan manifesto ini, maka Anda memiliki kemampuan untuk menentukan kembali diri Anda sendiri, terlepas dari apapun pekerjaan Anda, dengan siapa Anda melakukannya, atau apa yang diharapkan oleh orang-orang di sekitar Anda.

 

The pillars we grew up with (things like General Motors, TV, the postal service, retirement, top down media and commodities) are disappearing and are being replaced with entirely new ways of interacting, making a living and making a difference. Not just for organizations, but for individuals—people like you.

Hal-hal besar yang mengiringi perjalanan usia kita (seperti General Motors, TV, layanan pos, pensiun, media top-down dan komoditas) perlahan mulai menghilang dan digantikan dengan cara-cara baru untuk berinteraksi, mencari nafkah dan membuat suatu perbedaan. Bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk individu — orang-orang seperti Anda.

 

Look around you. Who are the successful people in our world today? It’s not the Jack Welch, captain-of-industry type, nor is it the pension-earning, go-to-work-every-day-for-fifty-years factory man. A fundamental shift has happened, right under our feet. The system—the much vaunted system, the system that nurtured our parents and even our grandparents—has turned sour.

Lihatlah di sekitarmu. Siapakah orang-orang sukses di dunia kita saat ini? Dia bukan Jack Welch, tipe pemimpin suatu industri, juga bukan pekerja pabrik yang mendapatkan dana pensiun dengan bekerja setiap hari selama lima puluh tahun. Pergeseran mendasar telah terjadi, tepat di bawah kaki kita. Sistemnya — sistem yang paling di puja secara berlebihan, sistem yang mengasuh orang tua kita dan bahkan kakek nenek kita — telah berubah menjadi buruk.

 

It’s like this: we were brainwashed. Brainwashed into believing a set of rules that aren’t true (any more). And because the brainwashing has been so complete, the shifts in our world and new opportunities they open up are easy to see as ways to shore up yesterday’s faltering system. Please, don’t fall for that. Don’t use the tools of today to support your effort to do yesterday’s job better.

Faktanya adalah seperti ini: kami di cuci-otak. Di cuci-otak untuk mempercayai seperangkat aturan yang tidak berlaku (lagi). Dan karena pencucian otak telah begitu lengkap, perubahan di dunia kita dan peluang baru yang terbuka mudah di lihat sebagai cara untuk menopang sistem yang lemah di masa lalu. Tolong, jangan percaya dengan tipuan itu. Jangan gunakan alat hari ini untuk mendukung upaya Anda melakukan pekerjaan kemarin dengan lebih baik.

 

This is an opportunity to completely reinvent your role in the system.

Ini adalah kesempatan untuk sepenuhnya menentukan kembali peran Anda dalam sistem.

 

“It’s like this: we were brainwashed. Brainwashed into believing a set of rules that aren’t true (any more). And because the brainwashing has been so complete, the shifts in our world and new opportunities they open up are easy to see as ways to shore up yesterday’s faltering system.”

Faktanya adalah seperti ini: kami di cuci-otak. Di cuci-otak untuk mempercayai seperangkat aturan yang tidak berlaku (lagi). Dan karena pencucian otak telah begitu lengkap, perubahan di dunia kita dan peluang baru yang terbuka mudah di lihat sebagai cara untuk menopang sistem yang lemah di masa lalu."

 Do you remember learning to factor quadrilateral equations? x2 -32x +12? Why were you taught this? Why did they spend hours drilling you on such clearly useless content? Simple: you were being trained to be a compliant cog, someone who could mindlessly follow instructions as opposed to

seeking out innovation and surprise.

Apakah Anda ingat pernah belajar memfaktorkan persamaan segiempat? x2 -32x +12? Mengapa Anda diajarkan ini? Mengapa mereka menghabiskan waktu berjam-jam melatih Anda tentang pelajaran yang jelas tidak berguna? Sederhana: Anda sedang di latih untuk menjadi pekerja yang patuh, seseorang yang bisa mengikuti instruksi tanpa berpikir, bukannya mencari inovasi dan kejutan.

 

The evidence is clear. The function of public education was (and is) to turn out compliant workers. Not educated voters, not passionate ideamakers. No, we spend all this money on school taxes to be sure that there will be enough people to do all the work that the factories once needed done. Exceptional teachers, the ones who make a difference, are not only rare, but they’re almost always in trouble for bending the rules and not optimizing for the standardized tests.

Buktinya jelas. Fungsi pendidikan publik adalah untuk menghasilkan pekerja yang patuh. Bukan pemegang hak pilih yang terpelajar, bukan pembuat ide yang bersemangat. Tidak, kami menghabiskan semua uang ini membayar pajak sekolah untuk memastikan bahwa akan ada cukup orang untuk melakukan semua pekerjaan yang pernah dibutuhkan oleh pabrik. Guru yang luar biasa, yang membuat perbedaan, tidak hanya langka, tetapi mereka hampir selalu bermasalah karena melanggar aturan dan tidak mengoptimalkan tes standar.

 

I love math. I love the idea of working with numbers, of inventing cool ideas that click. But memorizing factors of 32? It’s clearly an effort to teach you to be taught, to instruct you in compliance, to follow the curriculum.

Saya suka matematika. Saya suka ide bekerja dengan angka, menciptakan ide keren yang tepat. Tapi menghafal faktor 32? Ini jelas merupakan upaya untuk mengajari Anda untuk ‘di ajar’, untuk menginstruksikan Anda dalam kepatuhan, untuk mengikuti kurikulum.

 

The brainwashing continues to this day. You’ve been brainwashed to believe that you’re stuck with what you’ve got, that you need to punch a clock, follow a manual and do what you’re told. I wonder who dreamed that up? It’s certainly in the interest of the dominant forces of our society to create an

oversupply of eager and compliant workers. But now, as the power shifts, so does your opportunity.

Pencucian otak berlanjut hingga hari ini. Anda telah di cuci-otak untuk percaya bahwa Anda terjebak dengan apa yang Anda miliki, bahwa Anda perlu melakukan absensi, mengikuti manual dan melakukan apa yang diperintahkan. Aku ingin tahu siapa yang memimpikan semua hal tersebut? Ini tentu saja demi kepentingan kekuatan dominan masyarakat kita untuk menciptakan kelebihan pasokan pekerja yang bersemangat dan patuh. Tapi sekarang, seiring dengan pergeseran kekuatan, begitu pula peluang Anda.

 

Are you serious about transformation? I’m not talking about polishing yourself, improving yourself, making things a bit better. I’m talking about the reset button, a reinvention that changes the game. That means an overhaul in what you believe and how you do your job. If you’re up for that, then right here, right now, you can start.

Apakah Anda serius tentang transformasi? Saya tidak berbicara tentang memoles diri sendiri, meningkatkan diri, membuat segalanya menjadi sedikit lebih baik. Saya berbicara tentang tombol reset, sebuah setting ulang yang mengubah permainan. Itu berarti merombak apa yang Anda yakini dan bagaimana Anda melakukan pekerjaan. Jika Anda siap untuk itu, maka di sini, sekarang juga, Anda dapat memulainya.

 

Do work that matters. Lakukan pekerjaan yang penting.

 

Four words available to anyone. They’re here if you want them. The economy just gave you leverage—the leverage to make a difference, the leverage to spread your ideas and the leverage to have impact. More people have more leverage (more chances and more power) to change the world than at any other time in history. What are you going to do about it? When?

Empat kata yang tersedia untuk siapa saja. Mereka ada di sini jika Anda menginginkannya. Ekonomi baru saja memberi Anda daya ungkit — daya ungkit untuk membuat perbedaan, daya ungkit untuk menyebarkan ide-ide, dan untuk memberi pengaruh. Lebih banyak orang memiliki lebih banyak pengaruh (lebih banyak peluang dan lebih banyak kekuatan) untuk mengubah dunia dibandingkan zaman dahulu. Apa yang akan Anda lakukan? Kapan?

 “The economy just gave you leverage—the leverage to make a difference, the leverage to spread your ideas and the leverage to have an impact.”

“Perekonomian baru saja memberi Anda pengaruh — pengaruh untuk membuat perbedaan, pengaruh untuk menyebarkan ide-ide dan untuk memberi pengaruh.”

 Here are seven levers available for anyone (like you) in search of reinvention:

 

Connect
Be generous
Make art
Acknowledge the lizard
Ship
Fail
Learn

 

Berikut adalah tujuh pengungkit yang tersedia untuk siapa saja (seperti Anda) yang mencari penentuan (diri) kembali:

Koneksi

Dermawan

Membuat karya seni

Akui kadal itu (lalu abaikan)

Pengiriman

Gagal

Belajar

CONNECT. KONEKSI

Social media is either a time-wasting, wool-gathering, yak-shaving waste of effort or, perhaps, just maybe, it’s a crack in the wall between you and the rest of the world. It’s a choice... up to you.

Media sosial bisa menjadi usaha sia-sia, layaknya mengumpulkan wol, menghabiskan waktu dengan mencukur binatang yak, atau, bisa jadi, mungkin saja, itu adalah celah di dinding antara Anda dan seluruh dunia. Itu pilihan ... terserah Anda.

 

If you’re keeping score of how many followers you have, how many comments you get or how big your online footprint is, then you’re measuring the wrong thing and probably distracting yourself from what matters.

Jika Anda menghitung berapa banyak pengikut yang dimiliki, berapa banyak komentar yang didapatkan atau seberapa besar jejak online, maka Anda mengukur hal yang salah dan mungkin mengalihkan perhatian Anda dari hal-hal yang lebih penting.

 

On the other hand, digital media can offer you a chance to make real connections, to earn permission and gain insights from people you’d never have a chance to interact with any other way.

Di sisi lain, media digital dapat menawarkan kesempatan untuk membuat koneksi nyata, untuk mendapatkan izin dan mendapatkan wawasan dari orang-orang yang Anda tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk berinteraksi selain melalui cara ini.

 

We were isolated, now we’re connected. The typical individual didn’t have the time, the money or the connections to be heard just a few years ago. Today, the door is wide open... but only the people who can touch us will step over the threshold. If you can reach and (far more importantly) touch or change people, you will gain in influence, authority and power.

Kami terisolasi, sekarang terhubung kembali. Orang biasa tidak punya waktu, uang atau koneksi untuk didengarkan beberapa tahun yang lalu. Hari ini, pintunya terbuka lebar ... tapi hanya orang yang bisa menyentuh kita yang akan melangkah melewati ambang pintu. Jika Anda dapat menjangkau dan (jauh lebih penting) menyentuh atau mengubah orang, Anda akan mendapatkan pengaruh, otoritas, dan kekuasaan.

 

Shepard Fairey made a poster of Barack Obama. The Internet helped it spread. The poster connected one supporter to another and became an icon, a freely shared ID badge (and ultimately a parody). And in the center of the spread was the artist. It doesn’t matter that Fairey didn’t make a penny selling the image. What matters is that he connected, and that connection gave his art leverage. He’ll never need to look for work or revenue again. It will find him.We grew up isolated. The future is connected. We grew up unable to have substantial interactions with anyone except a small circle of family and co-workers. Now, we earn the right to interact with just about anyone.

 

I think this changes everything… if we let it.


Shepard Fairey membuat sebuah poster Barack Obama. Internet membantu menyebarkannya. Poster itu menghubungkan satu pendukung ke pendukung lainnya dan menjadi ikon, lencana yang dibagikan secara bebas (dan pada akhirnya menjadi parodi). Dan di tengah penyebaran itu adalah sang artis. Tidak masalah bahwa Fairey tidak menghasilkan sepeser pun dari gambar itu. Yang penting dia terhubung, dan koneksi itu mengangkat karya seninya. Dia tidak perlu lagi mencari pekerjaan atau penghasilan. Uang yang akan mencarinya. Kita dibesarkan secara terisolasi. Masa depanlah yang  menghubungkan. Kami tumbuh tidak dapat memiliki interaksi yang substansial dengan siapa pun kecuali lingkaran kecil keluarga dan rekan kerja. Sekarang, kami berhak untuk berinteraksi dengan siapa saja.

Saya pikir ini mengubah segalanya… jika kita menerimanya.

BE GENEROUS . DERMAWAN

 

The new economy often involves trading in things that don’t cost money. There’s no incremental cost in writing an essay, composing a song or making an introduction. Since it doesn’t cost money to play, we have the ability to give before we get.

Perekonomian baru sering kali melibatkan perdagangan hal-hal yang tidak memerlukan biaya. Tidak ada biaya tambahan untuk menulis esai, membuat lagu, atau membuat kata pengantar. Karena tidak memerlukan uang untuk bermain, kita memiliki kemampuan untuk memberikan sesuatu sebelum mendapatkannya.

 

The generosity economy rewards people who create and participate in circles of gifts. Not the direct I-gave-you-this-you-give-me-that giving and get of a traditional economy, but instead the tribal economy of individuals supporting one another.

Ekonomi dermawan memberi penghargaan kepada orang-orang yang membuat dan berpartisipasi dalam lingkaran talenta. Bukan dermawan cara ekonomi tradisional  dengan prinsip ‘saya-memberi-kamu-ini-kamu-memberi-saya-itu’, melainkan ekonomi kesukuan individu yang saling membantu.

 

Tribes of talented individuals who are connected, mutually trustful and supported by one another are in a position to create a movement, to deliver items of value, to move ideas forward faster than any individual ever could.

Suku individu bertalenta yang saling terhubung, saling percaya dan di dukung satu sama lain berada dalam posisi untuk menciptakan gerakan, menyampaikan ide-ide yang memiliki nilai, untuk menyebarkan ide lebih cepat daripada yang bisa dilakukan oleh siapa pun.

 

“The generosity economy rewards people who create and participate in circles of gifts.”

“Ekonomi kemurahan hati memberi penghargaan kepada orang-orang yang membuat dan berpartisipasi dalam lingkaran talenta.”

 Derek Sivers built CDBaby.com from a bedroom startup into a multimillion-dollar seller of independent music. Under his watch, he was selling more music from more artists than anyone before in history. The secret? He spent virtually all of his time supporting the artists. The software he developed, the posts he wrote, the systems he instituted—they were gifts, generous contributions from Derek to the artists he worked with. In return, the artists built a thriving community, one that couldn’t help but turn a profit.


Derek Sivers membangun CDBaby.com dari startup kamar tidur menjadi penjual musik independen bernilai jutaan dolar. Di bawah pengawasannya, dia menjual lebih banyak musik dari lebih banyak artis daripada siapa pun dalam sejarah. Rahasianya? Dia menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk mendukung para seniman. Perangkat lunak yang dia kembangkan, pos yang dia tulis, sistem yang dia dirikan — itu adalah hadiah, sumbangan yang murah hati dari Derek kepada seniman tempat dia bekerja. Sebagai gantinya, para seniman membangun komunitas yang berkembang, komunitas yang pasti menghasilkan keuntungan.

MAKE ART. MEMBUAT SENI

Art is an original gift, a connection that changes the recipient, a human ability to make a difference. Art isn’t a painting or even a poem, it’s something that any of us can do. If you interact with others, you have the platform to create something new—something that changes everything. I call that art.

Seni adalah talenta orisinal, hubungan yang mengubah penerimanya, kemampuan manusia untuk membuat perbedaan. Seni bukanlah lukisan atau bahkan puisi, itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh kita semua. Jika Anda berinteraksi dengan orang lain, Anda memiliki platform untuk menciptakan sesuatu yang baru — sesuatu yang mengubah segalanya. Saya menyebutnya seni.

 

Art is the opposite of trigonometry. Art doesn’t follow instructions or a manual or a boss’s orders. Instead, art is the very human act of creating the uncreated, of connecting with another person at a human level. What we’ve seen is that more and more markets will reward art handsomely, and hand out the compliant work to the lowest bidder.

Seni adalah kebalikan dari trigonometri. Seni tidak mengikuti instruksi atau manual atau perintah bos. Sebaliknya, seni adalah tindakan manusiawi dalam menciptakan yang tidak tercipta, berhubungan dengan orang lain pada tingkat manusia. Apa yang telah kita lihat adalah bahwa semakin banyak pasar akan menghargai seni dengan mahal, dan membagikan pekerjaan biasa kepada penawar terendah.

 

Kathy Sierra does art when she teaches us about user interfaces, and Mary Ann Davis does art when she pushes the edges of what pottery can become. Art feels risky because it is. The risk the artist takes is that you might not like it, might not be touched, might actually laugh at the effort. And it’s taking these risks that lead us to get rewarded.

Kathy Sierra melakukan seni ketika dia mengajari kita tentang antarmuka pengguna, dan Mary Ann Davis melakukan seni ketika dia mendorong sisi potensi tembikar. Seni terasa berisiko karena ia memang berisiko. Risiko yang di ambil artis mungkin tidak Anda sukai, mungkin tidak menyentuh kehidupan anda, mungkin anda benar-benar menertawakan upaya yang dilakukan sang artis. Dan mengambil risiko inilah yang membuat mereka mendapatkan kesuksesan.

ACKNOWLEDGE THE LIZARD. MENGAKUI KADAL ITU (LALU ABAIKAN)

The lizard brain—that prehistoric brainstem that all of us must contend with—doesn’t like being laughed at. It’s the part of our brain that worries about safety and dishes out anger. Being laughed at is the lizard brain’s worst nightmare. And so it shuts down our art.

Otak kadal — batang otak prasejarah yang harus kita semua hadapi — tidak suka ditertawakan. Itu adalah bagian dari otak kita yang mengkhawatirkan keamanan dan mengeluarkan amarah. Ditertawakan adalah mimpi terburuk otak kadal. Dan itu menghentikan proses seni kita.

 

Steven Pressfield calls this shutdown, “the resistance.” The resistance is the little voice in your head that keeps your head down and encourages you to follow instructions. The resistance lives in fear, and doesn’t hesitate to shut us down at the first sign of possible derision or the first hint of conceivable ostracization. The resistance is the voice that was complicit in the brainwashing, because the resistance is easy to arouse. When your teacher threatens you with (insert social punishment here) if you don’t do your work in school, you do the work. The resistance wins.

Steven Pressfield menyebut penghentian proses seni ini sebagai "perlawanan." Resistensi adalah suara kecil di kepala Anda yang membuat kepala tertunduk dan mendorong untuk mengikuti instruksi. Resistensi hidup dalam ketakutan, dan tidak ragu-ragu untuk menutup diri pada tanda pertama kemungkinan cemoohan atau petunjuk pertama kemungkinan pengucilan. Resistensi adalah suara yang terlibat dalam pencucian otak, karena resistensi mudah dibangkitkan. Ketika guru mengancam Anda dengan suatu hukuman jika tidak melakukan pekerjaan di sekolah, maka Anda harus mengerjakannya. Resistensi menang.

 

“The risk the artist takes is that you might ... actually laugh at the effort. And it’s taking these risks that leads us to get rewarded.”

"Risiko yang di ambil artis adalah mungkin ... benar-benar anda tertawakan upaya itu. Dan mengambil risiko inilah yang membuat seniman mendapatkan kesuksesan. "

What artists over time have figured out is that the resistance is the sole barrier between today and their art. That the act of genius required to produce original and important work is crippled by the resistance, and ignoring the voice of skepticism is critical in doing the work.

Apa yang diketahui para seniman dari waktu ke waktu adalah bahwa perlawanan adalah satu-satunya penghalang antara hari ini dan seni mereka. Bahwa tindakan jenius yang diperlukan untuk menghasilkan karya yang orisinal dan penting bisa dilumpuhkan oleh Resistensi, dan mengabaikan suara skeptisisme sangat penting dalam melakukan pekerjaan.

 

And so, we acknowledge it. We stand up and we hear the voice of the lizard brain and we recognize that it’s there and then we walk to the podium and do the work. We acknowledge the lizard so we can ignore it.

Jadi, kami mengakui keberadaan sang kadal. Kami berdiri dan mendengarkan suara otak kadal dan mengetahui keberadaan suara itu di sana untuk kemudian tetap berjalan ke podium untuk melakukan pekerjaan. Kami mengakui kadal itu sehingga kami bisa mengabaikannya.

SHIP. PENGIRIMAN

Scarcity creates value. People pay extra for things that are hard to get, while things that have a surplus go cheap. That’s basic economics.

Kelangkaan menciptakan nilai. Orang-orang membayar ekstra untuk hal-hal yang sulit di dapat, sementara hal-hal yang berlimpah menjadi murah. Itu ekonomi dasar.

 

So, what’s scarce?

The ability to ship.

Jadi, apa yang langka?

Kemampuan untuk mengirimkan karya kita.

If you can get something out the door while your competitors cringe in fear, you win. If you’re the team member that makes things happen, you become indispensable. If you and your organization are the ones (the only ones) that can get things done, close the sale, ship the product and make a difference, you’re the linchpins—the ones we can’t live without.

Jika Anda bisa mendapatkan pelanggan di luar sana sementara pesaing merasa ngeri karena takut, Anda menang. Jika Anda adalah anggota tim yang mewujudkan sesuatu, Anda menjadi sangat diperlukan. Jika Anda dan organisasi Anda adalah pelaku (satu-satunya) yang dapat menyelesaikan sesuatu, menutup penjualan, mengirimkan produk, dan membuat perbedaan, Anda adalah penentu utama — yang kita tidak dapat hidup tanpanya.

 

Shipping is difficult because of the lizard brain. The resistance doesn’t want you to ship, because if you ship, you might fail. If you ship, we might laugh at you. If you ship, you may be held accountable for the decisions you made.

Pengiriman karya menjadi sulit karena otak kadal. Resistensi tidak ingin Anda mengirimkannya, karena jika Anda mengirimkannya, ada kemungkinan gagal. Jika Anda mengirim, orang-orang mungkin akan menertawakanmu. Jika Anda mengirim, Anda akan dimintai pertanggung-jawaban atas keputusan yang di buat.

 

The key to the reinvention of who you are, then, is to become someone who ships. The goal is to have the rare skill of actually getting things done, making them happen and creating outcomes that people seek out.

Maka, kunci untuk menentukan kembali siapa Anda adalah menjadi seseorang yang mengirimkan suatu karya. Tujuannya adalah memiliki keterampilan langka untuk benar-benar menyelesaikan sesuatu, mewujudkannya, dan menciptakan hasil yang diinginkan orang.

 

Michael Dell ships. So do Larry Ellison and Anne Mulcahy. Quieting the lizard, acknowledging it and then ignoring it—it’s the only way.

Michael Dell seorang pengirim karya. Begitu pula Larry Ellison dan Anne Mulcahy. Menenangkan sang kadal, mengakuinya dan kemudian mengabaikannya — adalah satu-satunya cara.

FAIL. GAGAL

A key part of shipping is the ability to fail. The reinvention of the marketplace demands that one have the ability to fail, often and with grace—and in public!

Bagian penting dari pengiriman adalah kemampuan untuk gagal. Penentuan kembali konsep pasar menuntut seseorang memiliki kemampuan untuk gagal, sesering mungkin dengan anggun — dan di depan umum!

 

The old economy was based on factories and institutions, things that took a long time to build. No one at Buick or the Metropolitan Opera was interested in failure. It took too long to create these institutions for them to relish the idea of growth through failure.

Perekonomian lama didasarkan pada pabrik dan institusi, hal-hal yang membutuhkan waktu lama untuk di bangun. Tak seorang pun di Buick atau Metropolitan Opera tertarik dengan kegagalan. Butuh waktu terlalu lama untuk menciptakan lembaga-lembaga ini agar mereka dapat menikmati gagasan pertumbuhan melalui kegagalan.

 

Today, though, the only way for organizations to grow is to ship risky things, to create change, to make art, to change people. And yet, shipping risks failure.

Namun, hari ini, satu-satunya cara bagi organisasi untuk tumbuh adalah dengan mengirimkan hal-hal berisiko, menciptakan perubahan, membuat karya seni, mengubah orang. Walau begitu, pengiriman tetap berisiko gagal.

 

And so we demand you fail.

I hope you’re up for that.

Jadi kami meminta Anda gagal.

Saya harap Anda siap untuk kegagalan.

 

For generations, artists tried to feign nonchalance. There’s even a word for it: Sprezzatura. It’s an Italian word, defined as “a certain nonchalance, so as to conceal all art and make whatever one does or says appear to be without effort and almost without any thought about it.”

Selama ini, seniman mencoba berpura-pura tidak peduli. Bahkan ada kata untuk itu: Sprezzatura. Kata dalam bahasa Italia, yang didefinisikan sebagai "sikap acuh tak acuh tertentu, untuk menyembunyikan semua seni dan membuat apa pun yang dilakukan atau diucapkan seseorang terlihat seperti tanpa usaha dan hampir tanpa memikirkannya".

 

We need a new word now, one that means the opposite. It’s the obvious and supreme effort that goes into creating art, challenging the lizard and fighting the resistance.

Kami membutuhkan kata baru sekarang, kata yang berarti sebaliknya. Ini adalah upaya yang jelas dan tertinggi untuk menciptakan seni, menantang kadal dan melakukan perlawanan.

 

“The reinvention of the marketplace demands that one have the ability to fail, often and with grace—and in public!”

“Penentuan kembali konsep pasar menuntut seseorang memiliki kemampuan untuk gagal, sesering mungkin dengan anggun — dan di depan umum!”

 

LEARN. BELAJAR

The seventh pillar is the key to the other six.

Pilar ketujuh adalah kunci dari enam lainnya.


School used to exist to learn a trade. You apprenticed, and then you worked the rest of your life in the same job, in the same town, in the same factory, doing the same work.

 

Ha.

Sejak dulu, sekolah ada untuk belajar pertukaran. Anda magang, dan kemudian Anda bekerja di sisa hidup Anda di pekerjaan yang sama, di kota yang sama, di pabrik yang sama, melakukan pekerjaan yang sama.

Ha.

 

Dream on. Only lighthouse operators have that “luxury” today, and when was the last time you met a lighthouse operator?

Bermimpilah. Hanya operator mercusuar yang memiliki "kemewahan" itu di hari ini, dan kapan terakhir kali Anda bertemu dengan operator mercusuar?

 

To bring the school-as-event mindset to work today is to court certain failure. School isn’t over. School is now. School is blogs and experiments and experiences and the constant failure of shipping and learning.

Untuk membawa pola pikir sekolah-sebagai-acara untuk bekerja hari ini adalah untuk menghadapi kegagalan. Sekolah belum berakhir. Sekolah adalah kekinian. Sekolah adalah blog dan eksperimen dan pengalaman dan kegagalan konstan dalam pengiriman karya dan pembelajaran.

 

You already took a first step. You read something that challenged you to think differently. The path to reinvention, though, is just that—a path. The opportunity of our time is to discard what you think you know and instead learn what you need to learn. Every single day.

Anda sudah mengambil langkah pertama. Anda membaca sesuatu yang menantang untuk berpikir secara berbeda. Meskipun begitu, jalan menuju penentuan kembali, hanyalah sebuah jalur. Kesempatan waktu kita adalah membuang apa yang Anda tahu dan sebaliknya mempelajari apa yang perlu Anda ketahui. Setiap hari.

 

Popular posts from this blog

Translation ENG - ID : The Splendid and The Vile

  BAB 1   Sang  Pemeriksa  Kematian Pergi       Mobil-mobil memacu kecepatannya di   sepanjang  Mall, bulevar luas yang membentang di antara   Whitehall, pusat kementerian pemerintah Inggris, dan Istana Buckingham, rumah Raja George VI dan Ratu Elizabeth dengan 775 kamar nya ,  batu-batu fasad bangunan  sekarang terlihat d ar i ujung jalan, gelap  ber bayang. Saat itu sore hari, Jumat, 10 Mei. Di mana-mana bunga   bluebell dan  primrose ber mekar an . Daun musim semi yang halus meng embun kan bagian atas pohon.  Burung  Pelikan di Taman St. James menikmati kehangatan dan pujian dari para pengunjung, s ementara  sepupu mereka yang tidak terlalu eksotis, angsa,  berlalu kesana kemari   tanpa peduli . Keindahan hari itu sangat kontras dengan semua yang telah terjadi sejak fajar, ketika pasukan Jerman menyerbu Belanda, Belgia, dan Luksemburg, menggunakan baju besi, pengebom tukik, dan pasukan parasut  sungguh memberikan perasaan yang  luar biasa. Di bagian belakang  mobil  pertama duduk pe

Translation ENG - ID : I Am Malala

  Judul buku: Nama Saya Malala. Bab 1 Seorang Putri Terlahir Saat saya lahir, orang-orang di desa kami bersimpati kepada ibu dan tidak ada yang memberi selamat kepada ayah. Saya lahir saat fajar ketika bintang terakhir berkedip. Kami, Pashtun, melihat ini sebagai pertanda baik. Ayah tidak punya uang untuk biaya rumah sakit atau bidan, jadi tetangga membantu kami saat  proses kelahiran. Anak pertama orang tua saya mati dalam proses kelahiran tapi saya keluar sambil berteriak dan berteriak. Saya adalah seorang gadis di sebuah negeri di mana senapan ditembakkan untuk merayakan seorang putra, sementara para putri bersembunyi di balik tirai, peran mereka dalam hidup hanya untuk menyiapkan makanan dan melahirkan anak. Bagi kebanyakan orang Pashtun, adalah hari yang suram ketika seorang anak perempuan terlahir. Sepupu ayah saya Jehan Sher Khan Yousafzai adalah salah satu dari sedikit yang datang untuk merayakan kelahiran dan bahkan memberikan hadiah uang yang lumayan besar. Namun, dia membawa